hanya kumpulan sepercik pengetahuan dari semesta untuk para pencari realita

Recent Post

Sunday, June 8, 2014

Sejarah Ilmu Hukum dan Urgensinya Dalam Sebuah Negara

Apa itu hukum? 
Mengapa hukum diperlukan dalam sebuah negara?
Darimana datangnya hukum?

Pertanyaan-Pertanyaan diatas pada dasarnya merupakan kajian dasar dari ilmu hukum, salah satu cabang ilmu sosial yang dewasa ini sangat sering diperdebatkan, baik melalui media masa maupun lingkungan sosial.

Pada dasarnya ilmu hukum tidak hanya membahas bahasan mengenai hukum saja, namun ilmu hukum juga membahas ilmu-ilmu lain yang sekiranya memiliki hubungan dengan ilmu hukum, seperti ilmu sosiologi, psikologi, antropologi, dan cabang-cabang ilmu lainnya. Namun, sebelum membahas mengenai apa itu ilmu hukum, ada baiknya pembahasan dimulai dari sejarah ilmu hukum di Indonesia.
SEJARAH ILMU HUKUM DI INDONESIA
Awalnya, pendidikan ilmu hukum dimulai semenjak berdirinya fakultas hukum pertama yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda untuk mencetak tenaga hukum Indonesia di luar pengadilan, yang diresmikan tanggal 28 Oktober 1924 dengan nama Rechthogeschool dengan dua bidang studi yang diajarkan, yaitu ilmu hukum dan ilmu kemasyarakatan. Pada perkembangannyaini Rechthogeschool kemudian digabungkan dengan Universitas Indonesia pada tahun 1955 yang kemudian berubah nama menjadi Fakultas Hukum dan Ilmu Kemasyarakatan. Pada tahun 1968, Ilmu Kemasyarakatan dipisahkan dari Fakultas Hukum.

NEGARA & HUKUM??
Dewasa ini, ilmu hukum hampir bisa ditemukan di setiap program studi di universitas-universitas yang ada di Indonesia, perkembangan yang cukup pesat dari ilmu hukum ini tentunya bukan tanpa alasan. Urgensi pengkajian hukum disebuah negara merupakan hal yang fundamen, karena bagaimanapun seiring berkembangnya masyarakat dalam sebuah negara, negara perlu melakukan pengontrolan terhadapnya agar negara tersebut tetap aman dan tertib. Salah satu "alat" yang dipakai negara dalam mewujudkan ketertiban tersebut adalah hukum.

UBI SOCIETAS IBI IUS?? APAAN SIH ITU?
Lantas sejak kapan hukum itu muncul? Jawabannya ada pada adagium "hukum tidak dibuat, hukum tumbuh dan berkembang dalam masyarakat". Pada adagium tersebut terlihat bahwa pada hakekatnya hukum bukanlah sesuatu yang dibuat, namun hukum itu memang telah ada semenjak ada interaksi antar manusia atau yang pernah dipopulerkan juga oleh Cicero dengan istilah ubi societas ibi ius (dimana ada masyarakat disitu ada hukum). Lebih jauh lagi kita tentang keberadaan hukum ini bisa dilihat dari sebuah ilustrasi dari cerita Robinson Crusoe, dimana ia terdampar di sebuah pulau tanpa penghuni dan ia bebas melakukan apa saja yang ia inginkan sampai ada orang lain yang terdampar di pulau tersebut dan membuat Robinson Crusoe tidak lagi bebas sebebas-bebasnya dalam melakukan aktivitasnya karena secara tidak langsung ada hukum yang muncul semenjak kehadiran orang kedua dalam pulau tersebut.

-ADP-
Posted on 12:57 AM / 0 comments / Read More

Tuesday, November 20, 2012

Spekulasi dan Prediksi

Sebelumnya pada tulisan saya mengenai Filsafat Dalam Kehidupan telah dijelaskan karakteristik dari cara berfikir filsafat yang salah satu poinnya adalah spekulatif.
mungkin sebagian besar dari pembaca bertanya-tanya apa sebenarnya pengertian dari spekulatif itu? dan kita pun kerap mendengar istilah prediktif yang mungkin kitapun tidak tau apa maksud dari prediktif ini dan perbedaannya dengan spekulatif.

sebelum saya paparkan secara konkret, saya akan mencoba memberi sebuah ilustrasi untuk membedakan prediktif dan spekulatif:
  • Ilustrasi-1
    Disaat saya menanyakan sebuah pertanyaan kepada 10 orang kerabat termasuk anda yang sekarang sedang membaca tulisan saya yaitu "siapakah yang akan menang, apabila tim nasional sepak bola Indonesia melawan tim nasional sepak bola Spanyol?" mungkin anda dan 9 kerabat lainnya akan langsung menjawab tim nasional spanyol lah yang akan menang.
  • Ilustrasi-2
    Disaat saya mempunyai dua buah kotak kado sebut saja kado1 dan kado2 yang sama persis mulai dari bentuk, warna, hingga beratnya, dan saya menawarkannya kepada 10 orang kerabat termasuk anda yang sekarang sedang membaca tulisan ini, saya yakin kita akan sulit menebak kira-kira kado mana yang akan dipilih oleh anda dan 9 kerabat lainnya, dan tidak menutup kemungkinan pula anda sebagai pembaca, dengan pembaca lainnya bisa berlainan dalam memilih kado diatas, mungkin  diantara kalian memilih kado1, dan diantara kalian yang lain memilih kado2.
ilustrasi diatas adalah contoh dari masing-masing spekulatif dan prediktif, masalahnya sekarang, yang mana merupakan spekulatif, dan mana yang merupakan prediktif? Bagi mereka yang sering menonton pertandingan olahraga terutama sepak bola mungkin sudah bisa menyimpulkannya, karena dalam pertandingan sepak bola yang dilakukan oleh para komentatornya adalah melakukan prediksi bukan spekulasi. Oleh karena bila kita kembali melihat kepada ilustrasi saya diatas, maka dapat diketahui bahwa ilustrasi atau contoh yang pertama merupakan prediksi, dan contoh atau ilustrasi kedua adalah spekulasi.

Setelah melihat paparan diatas dapatlah kita membuat definisi dari masing-masing prediksi dan spekulasi yang kira-kira sebagai berikut:
Prediksi adalah Cara pengambilan keputusan dengan dasar-dasar pengetahuan tertentu
Spekulasi adalah Cara pengambilan keputusan tanpa adanya dasar-dasar pengetahuan tertentu

-ADP-
Posted on 1:56 PM / 2 comments / Read More

Salahkah Teknologi??

pernahkah anda merasa tidak di hargai saat berbicara dengan kerabat anda, namun sang kerabat itu malah asik memainkan blackberry miliknya? atau pernahkah anda merasa kesal saat ada kerabat atau keluarga anda yang berubah sikap dan sifatnya setelah mengenal yang namanya teknologi? Parahnya lagi, pernahkah anda merasa sakit hati saat arus informasi di sebuah lingkungan formal seperti lingkungan kerja atau lingkungan sekolah dan kampus hanya berputar pada pemilik teknologi tertentu seperti BBM?

yang saya paparkan diatas hanya sebagian kecil dari permasalahan yang ditimbulkan oleh sebuah era dimana teknologi sangat berkembang yang mungkin pernah kawan-kawan alami, namun begitu, apakah memang benar sebab semua permasalahan ini adalah karena teknologi??
Menurut saya  tidak, karena motif dari diciptakan teknologi adalah untuk membantu pekerjaan manusia dan bukan untuk membuat masalah bagi manusia. Menurut prof ahmad tafsir dalam bukunya filsafat ilmu, dijelaskan bahwa pada hakikatnya hasil dari ilmu manusia seperti alat elektronik, teknologi, dll adalah bebas nilai, yang artinya sebuah hasil ilmu itu bermanfaat atau tidak tergantung dari manusia yang memanfaatkannya itu. sebagai contoh saat kita melihat hasil ilmu yang berupa pisau, apabila pisau itu digunakan untuk memasak, dan membantu pekerjaan rumah maka pisau itu dapat dikatakan bermanfaat bagi manusia, namun saat pisau itu digunakan untuk mengancam bahkan membunuh seseorang maka pisau itu dapat dikatakan memberikan dampak yang tidak baik bagi manusia, namun saya tekankan lagi bahwa pada hakikatnya pisau itu adalah bebas nilai.

Bila kembali ke permasalahan teknologi yang juga merupakan hasil dari pemikiran manusia dari ilmu ilmu yang ada, maka dapat dilihat bahwa kesalahan mendasar mengapa teknologi terkesan memberi dampak negatif pada kehidupan manusia adalah karena manusia sendirilah yang mengarahkannya untuk itu, manusia sendirilah yang mungkin tanpa disadarinya membuat teknologi itu berdampak negatif, yang akhirnya karena manusia terlalu sombong untuk mengakui semua itu yang terjadi adalah teknologi di kambing hitamkan sebagai sumber masalah.
jadi mari kita bersama-sama introspeksi diri, apakah kita sudah arif dan bijak dalam memakai teknologi? apakah kita sudah mengetahui untuk apa kita memakai sebuah teknologi sebelum memutuskan untuk memakainya? apakah kita sudah  memperhitungkan dampak positif dan negatif dari pemakaian sebuah teknologi? barulah kita menilai, sebenarnya siapa yang salah, teknologi atau kah kita yang memanfaatkan teknologi?

-ADP-
Posted on 1:15 PM / 0 comments / Read More

Sunday, September 16, 2012

Ketentuan Pidana Penjara Seumur Hidup di Indonesia

Pengkajian hukum pidana yang merupakan pokok bahasan yang lebih khusus dari ilmu hukum memiliki beberapa hal yang menarik untuk dikaji karena sering kali menimbulkan pro-kontra dalam masyarakat. Salah satu tema yang menarik untuk dibahas baik dari segi ilmu hukum maupun segi kemanusiaan adalah ketentuan penjara seumur hidup yang merupakan lahan dari hukum pidana. Namun pada tulisan ini pembahasan akan dilihat secara khusus dari prespektif ilmu hukum.

secara umum, pidana penjara merumakan salah satu bentuk hukuman pokok atau lebih dikenal dengan pidana pokok bagi mereka yang melanggar ketentuan hukum pidana seperti yang termuat pada pasal 10 sub a poin 2 KUHP. 

Pidana penjara ada yang kita kenal dengan penjara seumur hidup dimana ketentuan dari penjara seumur hidup ini kerap kali menuai kebingungan pada masyarakat terutama para mahasiswa yang bergelut di bidang hukum. Tak jarang para mahasiswa terbelenggu pada pertanyaan "apakah penjara seumur hidup merupakan hukuman yang memenjarakan terpidana hingga terpidana itu tewas di dalam penjara?" ataukah "ada perhitungan-perhitungan tertentu dalam menetapkan lamanya penjara (seperti umur, dll)?" atau yang lain bertanya "apakah hukuman seumur hidup memakai batas maksimal penjara sesuai KUHP?"

Disini saya akan sedikit memaparkan perihal ketentuan penjara seumur hidup yang dikaitkan dengan ketentuan dalam KUHP. pertama coba kita melihat secara seksama aturan-aturan pada pasal 12 KUHP, dimana pada ayat (2) disebutkan bahwa:
pidana penjara selamawaktu tertentu paling pendek 1 hari dan paling lama 15 tahun berturut-turut
bila hanya melihat pada pasal 12 ayat (2) diatas secara sekilas, banyak orang yang mengambil kesimpulan bahwa ketentuan penjara seumur hidup itu sebenarnya merupakan batas maksimal dari hukuman penjara (15 tahun), karena dalam kuhp hukuman penjara itu di batasi.

Selanjutnya mari kita lihat pasa 12 ayat (3) KUHP:
Pidana penjara selama waktu tertentu boleh dijatuhkan untuk dua puluh tahun berturut-turut dalam hal yang pidananya Hakim boleh memilih antara Pidana Mati, pidana seumur hidup dan pidana penjara selama waktu tertentu atau antar pidana penjara selama waktu tertentu; begitu juga dalam hal batas lima belas tahun dapat dilampaui karena pembarengan (concursus), pengulangan(residive) atau Karena yang telah ditentukan dalam pasal 52.
ketentuan ini meneruskan batas waktu yang telah di paparkan sebelumnya pada pasal 12 ayat (2) KUHP, dimana disini diperbolehkan seseorang menjalani hukuman penjara selama 20 tahun.

Setelah melihat kedua pasal diatas apakah berarti kita bisa mengambil kesimpulan bahwa ketentuan hukuman penjara seumur hidup di Indonesia itu tetap dibatasi oleh waktu? yaitu 20 tahun sebagaimana menurut pasal 12 ayat (3) KUHP dan berarti tidak diperkenankan seseorang menjalankan hukuman penjara hingga orang tersebut meninggal??

jangan terburu-buru mengambil sebuah kesimpulan, karena apabila kita membuat kesimpulan bahwa hukuman seumur hidup di Indonesia dibatasi waktu seperti diatas maka telah terjadi salah penafsiran dari pasal 12 ini.
Kita perlu memperhatikan kembali pasal 12 ayat (1) KUHP, dimana berbunyi:
Pidana penjara adalah seumur hidup atau selama waktu tertentu
artinya disini bahwa hukuman penjara seumur hidup, dan penjara selama waktu ternetu adalah berbeda, dimana itu juga secara tersirat kembali disebutkan pada pasal 12 ayat (3)
Pidana penjara selama waktu tertentu boleh dijatuhkan untuk dua puluh tahun berturut-turut dalam hal yang pidananya Hakim boleh memilih antara Pidana Mati, pidana seumur hidup dan pidana penjara selama waktu tertentu atau antar pidana penjara selama waktu tertentu; begitu juga dalam hal batas lima belas tahun dapat dilampaui karena pembarengan (concursus), pengulangan(residive) atau Karena yang telah ditentukan dalam pasal 52.
dan apabila kita kembali melihat pembatasan waktu penjara yang ada pada ayat (2) dan ayat (3) diatas, ketentuan itu hanya diperuntukan pada pidana selama waktu tertentu, bukan ketentuan yang diperuntukan untuk pidana seumur hidup

jadi intinya, ketentuan penjara seumur hidup yang benar di Indonesia adalah merupakan hukuman penjara tanpa batas waktu atau hingga terpidana meninggal dalam penjara, meskipun hukuman penjara tersebut melewati 20 tahun.

-ADP-
Posted on 9:22 AM / 1 comments / Read More

Monday, July 9, 2012

Definisi atau Pengertian Hukum Pidana Menurut Para Ahli

Hal yang paling dasar sebelum membahas sesuatu adalah definisi, karena bagaimanapun tanpa mengetahui definisi sesuatu, seseorang tidak akan mungkin dapat melakukan kajian lebih jauh terhadap hal tersebut. Hal ini juga berlaku saat kita ingin membahas mengenai ilmu hukum.

Pengertian/Definisi dari Para ahli hukum Indonesia: 
  1. R. Soesilo
    Hukum Pidana adalah perasaan tidak enak / sengsara yang dijatuhkan oleh Hakim dengan vonis kepada orang yang telah melanggar UU Hukum Pidana.
  2. E.  MOELJATNO
    Hukum pidana adalah bagian dari keseluruhan hukum yang berlaku di suatu negara yang mengadakan dasar-dasar dan aturan-aturan untuk :
    • Menentukan perbuatan-perbuatan mana yang tidak boleh dilakukan, yang dilarang, dengan disertai ancaman atau sanksi yang berupa pidana  tertentu bagi barangsiapa yang melanggar larangan tersebut
    • Menentukan kapan dan dalam hal-hal apa kepada mereka yang telah melanggar larangan-larangan itu  dapat dikenakan atau dijatuhi pidana sebagaimana yang telah diancamkan
    • Menentukan dengan cara bagaimana pengenaan pidana itu dapat dilaksanakan apabila ada orang yang disangka telah melanggar larangan tersebut.
  3. F.  WIRJONO PRODJODIKORO
    hukum pidana adalah peraturan hukum mengenai pidana. Kata  “pidana” berarti hal yang “dipidanakan” yaitu oleh instansi yang berkuasa dilimpahkan kepada seorang oknum sebagai hal yang tidak enak dirasakannya dan juga hal yang tidak sehari-hari dilimpahkan. 
Pengertian/Definisi dari Para ahli hukum luar:
  1. EDMUND MEZGER
    Hukum Pidana adalah
    aturan hukum yang mengikatkan kepada suatu perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu suatu akibat berupa pidana.
    Pada dasarnya hukum pidana berpokok pada :
    Perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu. Artinya perbuatan yang dilakukan orang yang memungkinkan adanya penjatuhan pidana.
    • Perbuatan yang dapat dipidana
    •  Perbuatan jahat (Verbrechen/crime)
    Pidana adalah penderitaan yang sengaja dibebankan kepada orang yang melakukan perbuatan yang memenuhi syarat-syarat tertentu itu. Pidana dapat berupa sanksi pidana atau tindakan tata tertib.
  2. POMPE
    Hukum pidana adalah semua aturan-aturan hukum yang menetukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dijatuhi pidana dan apakah macamnya pidana itu.
    Hukum pidana itu sama halnya dengan hukum tata negara, hukum perdata dan lain-lain bagian dari hukum, biasanya diartikan sebagai suatu keseluruhan dari peraturan-peraturan yang sedikit banyak bersifat umum yang abstrahir dari keadaan-keadaan yang bersifat konkret.
  3. C.  SIMONS
    Hukum Pidana adalah
    :

    • Keseluruhan larangan atau perintah yang oleh negara diancam dengan nestapa yaitu suatu pidana apabila tidak ditaati.
    • Keseluruhan peraturan yang menetapkan syarat-syarat untuk penjatuhan pidana
    • Keseluruhan ketentuan yang memberikan dasar untuk penjatuhan dan penerapan pidana
  4. D. VAN HAMEL
    Hukum Pidana adalah
Posted on 2:09 PM / 6 comments / Read More

Klasifikasi Hukum Publik dan Privat

Pada bahasan sebelumnya terkait ilmu hukum yang dipaparkan dalam tulisan perbedaan perbedaan mendasar hukum pidana dan hukum perdata, telah disinggung sedikit masalah hukum publik dan privat. Pada tulisan ini saya akan memaparkan sedikit mengenai hukum apa saja yang dikategorikan dalam hukum publik, dan hukum apa saja yang dikategorikan sebagai hukum privat.

kembali lagi saya ingatkan perbedaan hukum publik dan privat terletak dari penitik beratan hubungan hukum yang terjadi. yaitu pada hukum publik penitik beratan hubungan hukum adalah kepentingan umum atau dapat dikatakan orang dengan negara. Sedangkan pada hukum privat penitik beratan hubungan hukum adalah kepentingan perseorangan atau orang dengan orang.

Hukum Publik:
  1. Hukum Tata Negara
    Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur tentang lembaga-lembaga negara atau alat-alat serta perangkat negara
  2. Hukum Administrasi Negara
    Hukum Administrasi Negara adalah hukum yang mengatur tentang bagaimana cara lembaga-lembaga negara menjalankan tugas dan wewenangnya
  3. Hukum Pidana
    Hukum Pidana adalah hukum yang berisi tentang aturan-aturan yang harus di taati oleh masyarakat, dan apabila melanggar akan mendapat sanksi (terdiri dari kejahatan dan pelanggaran)
  4. Hukum Internasional
    Hukum Internasional adalah Seperangkat asas dan kaidah yang mengatur masalah atau persoalan yang melintasi batas negara yang tidak bersifat perdata

Hukum Privat:
  1. Hukum Perdata (dalam arti sempit)
    hukum perdata dalam arti luas adalah hukum perdata yang terdapat dalam Kitabn Undang-Undang Hukum Perdata (BW) serta undang-undang lainnya yang mengatur masalah perdata. (Hukum dagang,dll)
  2. Hukum perdata (dalam arti luas)
    hukum perdata dalam arti sempit adalah hukum perdata sebagaimana terdapat dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata saja (BW)

-ADP-
Posted on 12:23 PM / 3 comments / Read More

Tuesday, June 5, 2012

Perbedaan Mendasar Hukum Pidana dan Perdata

Ilmu hukum dalam pengkajiannya memiliki beberapa cabang pokok bahasannya masing-masing yang lebih khusus, yang salah satunya adalah pembahasan ilmu hukum dari kekhususan hukum pidana, hukum perdata, hukum tata negara, dan kehususan ilmu hukum lainnya.
Walaupun banyak pokok bahasan yang dapat dikaji dari pembahasan ilmu hukum, dalam tulisan ini pengkajian ilmu hukum dikhususkan pada perbedaan-perbedaan dasar antara hukum pidana dan hukum perdata.

Hukum Pidana
Secara prinsipil Hukum Pidana adalah hukum yang bersifat publik, atau yang melibatkan pemerintah karena menyangkut kepentingan umum (kepentingan orang banyak). Mengapa bisa dikatakan kepentingan umum? karena aturan-aturan yang ada di dalam hukum pidana merupakan aturan yang menyangkut keteraturan, serta keamanan negara itu sendiri, contohnya kasus-kasus mengenai pencurian, pembunuhan, dan korupsi.
Selanjutnya bila dilihat dari segi hukumannya, dalam pidana dikenal dengan hukuman badan, seperti hukuman penjara, kurungan, hingga hukuman mati. Hukum pidana pun digunakan sebagai langkah preventif dan represif agar kejadian-kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Hukum Perdata
Berkebalikan dengan hukum pidana yang dikategorikan
Posted on 12:52 PM / 6 comments / Read More

Monday, May 28, 2012

Filsafat Dalam Kehidupan

Filsafat, mungkin untuk beberapa orang ini merupakan sesuatu yang tidak penting, belum lagi masih banyak yang menganggap tabu apa yang disebut Filsafat itu sendiri. Namun disini saya akan memberikan sebuah gambaran apa dan bagaimana sebenarnya Filsafat itu. 

Sebelum masuk lebih dalam ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu, apa sebenarnya yang dimaksud Filsafat? Filsafat menurut etimologisnya berasal dari bahasa yunani yaitu Philo (Cinta) dan Shopia (Kebijaksanaan), adapun definisi Filsafat menurut socratess adalah berfikir secara mendasar untuk mencari hakekat sesuatu. Selanjutnya setelah mengerti arti dari filsafat kita harus mengetahui pula bahwa filsafat merupakan induk dari pengetahuan atau kerap disebut Mother of Sains, dimana filsafatlah awal dari semua ilmu yang ada di dunia saat ini.

Pada dasarnya filsafat bukanlah merupakan hal buruk, karena sifat filsaaft itu sebenarnya adalah berfikir secara mendasar (Radikal), menyeluruh (holistik), berspekulasi (spekulatif).
  1. Berfikir Mendasar (Radikal)
    Yang dimaksud dengan berfikir secara radikal adalah melihat segala sesuatunya dari hal-hal yang mendasar sesuai dengan kata radikal itu sendiri yang berarti akar pohon, seperti saat kita melihat sebuah bangunan kita harus melihat dari fondasinya, tidak melihat bahwa itu adalah bangunan yang bagus atau mewah.
  2. Befikir Menyeluruh (Holistik)
    Berfikir holistik merupakan cara berfikir dengan melihat keseluruhan, tidak hanya dari satu sudut maupun satu pandangan, seperti saat kita melihat sebuah kolam kita tidak bisa hanya melihat bentuk kolam tersebut, tapi harus pula melihat apa isi kolam, kebersihan kolam, dan hal-hal lainnya.
  3. Berspekulasi (Spekulatif)tanpa menentukan sebuah titik di secarik kertas kita tidak akan bisa membuat sebuah lingkaran di atas kertas tersebut, begitupun dengan filsafat, saat kita tidak berspekulasi untuk memulai dengan satu hal makan tidak akan ada kegiatan berfilsafat.
Setelah paparan diatas mungkin kita bisa menilai lagi sebenarnya apa itu filsafat dan untuk apa sebenarnya? dan apabila kita sadari semua orang di dunia ini secara sadar maupun tidak sadar pernah berfilsafat.

mungkin hanya sedikit gambaran mengenai filsafat dari saya, untuk lebih mendalami ataupun memahami filsafat ada beberapa buku yang bagus sebagai pegangan seperti dunia shpopie, filsafat ilmu, dll dimana beberapa e-booknya tersedia di Download Room web ini

-ADP-
Posted on 12:08 PM / 1 comments / Read More

Sunday, May 20, 2012

Mencari Kembali Semangat Kebangkitan Nasional

20 Mei 1908 mungkin merupakan momemt bersejarah bagi bangsa Indonesia, dimana pada saat itu  mulai muncul semangat-semangat nasionalisme, kesatuan, persatuan, juga kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan yang sebelumnya masih kabur bahkan tidak ada, oleh karena itu layak sekiranya moment bersejarah ini dinamakan Hari Kebangkitan Nasional.
Bila melihat sekilas ke sejarah, momment kebangkitan nasional ini diawali dengan didirikannya organisasi kepemudaan yang diberi nama BOEDI OETOMO (Budi utomo) pada tanggal 20 Mei 1908, hari Minggu pagi, pukul sembilan, yang bertempat di salah satu ruang belajar STOVIA, oleh Wahidin Sudirohusudo, dr. Sutomo, Gunawan Mangunkusumo, Suraji dan mahasiswa-mahasiswa STOVIA. Berdirinya organisasi Budi Utomo hingga penamaan hari Kebangkitan Nasional ini bukanlah merupakan pemanis sejarah semata, namun merupakan bukti nyata semangat serta perjuangan bangsa Indonesia yang pada saat itu merana dibawah penjajahan.

Dari tahun ketahun hingga saat ini dimana sudah 104 tahun lamanya semenjak momment Kebangkitan Nasional dirasa Indonesia tidak  lagi
mempertahankan semangat-semangat para pahlawan kita untuk bangkit, bersatu, dan berjuang. Yang ada di Indonesia sekarang adalah kondisi yang sangat kontras, dimana terjadi saling "menikam" antar sesama warga negara Indonesia, menghilangnya rasa kepercayaan antar sesama, hingga makin maraknya kriminalitas yang terjadi di negara ini.
jadi untuk apa sebenarnya kebangkitan nasional diperingatkan setiap tahunnya? apakah hanya untuk sekedar "mengetahui" perjuangan para pahlawan kita dalam memperjuangkan nasib Indonesia ataukah hanya sebuah formalitas semata?

harusya kita merasa malu dengan kondisi Indonesia saat ini apabila harus dihadapkan dengan peringatan hari kebangkitan nasional, para pendahulu kitapun mungkin akan menangis melihat kondisi Indonesia sekarang, oleh karena itu marilah kita bangun kembali kekuatan kita untuk tetap mempertahankan semangat kebangkitan nasional, marilah kita perjuangkan kembali apa yang semestinya kita perjuangkan, kita buat Indonesia menjadi lebih baik lagi seperti apa yang diharapkan oleh para pahlawan dahulu.

Selamat Hari Kebangkitan Nasional-20 Mei 2012

-ADP-
Posted on 7:59 PM / 5 comments / Read More

Friday, April 1, 2011

Download Room

Gunakan CTRL+F Untuk Mempermudah Pencarian
 
Lagu-Lagu Perjuangan:
Bongkar-Iwan Fals
Buruh Tani
Hijau Hitam
Hijau Hitam (Yogya Creation)
Hymne HMI
Hymne HMI (Instrument)
Totalitas Perjuangan
Totalitas Perjuangan (Mahasiswa)
Totalitas Perjuangan (The Slom)

e-Book
Bussiness School - Robert Tkiyosaki
Dunia Shopie - Jostein Gaarder
Enneagram - Tenee Baron & Elizabeth Wagele
Filsafat Ilmu- Jujun S.
Filsafat Ilmu- Prof. Dr. Ahmad Tafsir
Madilog - Tan Malaka
Sam Kok, Romance Of The three Kingdom
The Secret - Rhonda Byrne
Tutorial Corel Draw
Yahudi Menggenggam Dunia- William G. Carr

New Stuff:
7 keajaiban Rezeki-Ippho Right Santosa
change you mindset change your life carol s dweck
chicken soup for the couples soul-jack canfield mark victor hansen
Dajjal dan Simbol Setan-Drs H Toto Tasmara
dari tidak bisa menjadi bisa ippho santosa
Kata-Kata Inspiratif Mario Teguh-Mario Teguh
Malaikat dan Iblis-Dan Brown
Mana Yang Lebih Banyak, Orang Hidup atau Orang Mati? dan 112 Pertanyaan Lain-Mick OHare
Mantra-Deddy Corbuzier
Negeri 5 Menara-Ahmad Fuadi 
Sebelas Patriot-Andrea Hirata
Why Men Dont Listen And Women Cant Read Maps-Allan, Barbara Pease
Why Men Lie?-Allan and Barbara
Why Women Cry-Allan and Barbara

Dwilogi Padang Bulan-Andrea Hirata:
Padang Bulan-Andrea Hirata
Cinta Dalam Gelas-Andrea Hirata

E-book Hipnotis
12 Bahasa Sugestif
Cara Cepat Belajar Hipnotis
Hypnosis Questions Answered
Menghindari Hipnotis
Panduan Hipnotis (versi lengkap)
Stage Hypnosis Revealed
The Easy Way To Get Girls With a Hypnotism
Theistic Existential Psychotherapy
Valencia Model Hypnosis

Software
Acrobat Reader (PDF Reader)

Panduan Download Bisa dilihat Disini
Posted on 12:07 PM / 0 comments / Read More

Thursday, February 3, 2011

Philosophers & Atheism

Seorang filosof identik dengan atheisme? Sebuah faham yang dipakai dan diyakini orang banyak di Indonesia.

Benar kah faham ini?

sebenarnya faham ini menyebar luas karena adanya kebiasaan orang Indonesia yang sering "ikut-ikutan" terutama dikalangan awam, yang artinya sebelum seseorang faham dan mengerti, atau membuktikannya secara langsung maupun penelitian.
Oleh karena itu tahap awal sebelum kita memutuskan benar atau salahnya ada baiknya kita harus memahami pengertian dari masing-masing filosof, dan atheis ini.



Filosof &Filsafat

Seorang filosof bisa diartikan sebagai orang yang berfilsafat, lalu apa arti filsafat itu sendiri? Filsafat menurut istilahnya berasal dari bahasa yunani, yaitu kata philosophia, yang berarti bahwa filsafat sebagai mencapai pandai, dan cinta pada kebijakan. Namun dalam kata yang mudah dipahami filsafat dapat diartikan sebagai mencari kebenaran dimana seseorang terus berfikir dan berfikir untuk menemukan suatu kejelasan dari sesuatu.
contoh filsafat sederhana saat kita melihat sebuah gelas, saat itu anda berfikir gelas itu terbuat dari apa? dan disaat kita mengetahui bahan dasar gelas kita bertanya lagi terbuat dari apakah bahan dasar itu? dan seterusnya hingga kita mencapai batasan berfikir seorang manusia, yaitu hanya sebatas benda materil saja (yang memiliki ruang dan waktu).

Atheis
Atheisme berasal dari bahasa Yunani
yaitu atheos, yang artinya
tak bertuhan, namun atheisme juga dapat diartikan sebagai pandangan filosofi yang tidak mempercayai keberadaan Tuhan dan dewa-dewi ataupun penolakan terhadap teisme. Dalam pengertian yang paling luas, ia adalah ketiadaan kepercayaan pada keberadaan dewa atau Tuhan.

Relevansi Atheis & Filosof
Setelah melihat pengertian diatas coba pikirkan apakah seorang filsafat selalu atheis? bahkan dalam keseharian tanpa sadar kita selalu berfilsafat, dan mencari tahu apa yang kita tidak ketahui. Memang benar seorang atheis adalah seseorang yang melakukan proses berfilsafat, namun sebuah proses berfilsafat yang tidak sadar akan kemampuannya sebagai manusia, dan melewati batas-batas berfikir manusia seperti menanyakan keberadaan Tuhan dan mencari tahu wujud dari Tuhan.


-ADP-
Posted on 9:44 PM / 0 comments / Read More

Wednesday, February 2, 2011

Sugesti

Percayakah anda terhadap sugesti? pernahkan anda tersugesti sebelumnya?

Sekarang saya akan memberikan sebuah contoh pemberian sugesti klasik dengan 2 langkah.
1. coba anda pikirkan warna hitam dalam otak anda
2. jawab pertanyaan ini dengan cepat di dalam hati anda: "Kapan seekor kelelawar tidur?"

cukup mudah bukan? sekarang coba anda koreksi jawaban anda, pikirkanlah lagi apakah jawaban anda benar atau salah?

Poin yang saya berikan disini adalah Sugesti tidak hanya sebuah kata-kata yang digunakan seorang pesulap untuk menghipnotis korbannya, namun arti sugesti lebih luas dari itu, sebuah sugesti dapat menentukan nasib kita kedepan, sugesti juga dapat membuat hal yang kita kira mustahil menjadi mudah dan dapat kita capai.

Seberapa penting sugesti dalam hidup kita?

jawabannya adalah
Posted on 3:50 PM / 0 comments / Read More

Motivate your self (With free Ebook download)

Kesuksesan dan kebahagiaan bukanlah hal yang dapat dicapai tanpa usaha, semua pasti berawal dari sesuatu yang kecil lalu tumbuh yang akhirnya menjadi besar dan mencapai apa yang diharapkan, oleh karena itu kita harus terus berusaha dan berusaha. namun begitu usaha yang kita lakukan juga harus dilakukan dengan kemampuan kita, tidak dengan cara mencuri, memplagiat, ataupun menjatuhkan hasil kerja dan usaha orang lain.

Hidup ini perlu rintangan dan cobaan, dimana saat kita dapat melewati itu kita telah menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan sebaliknya
Posted on 2:39 PM / 0 comments / Read More

Followers

About Me

My Photo
Holistik Komperhensif || Idealist-Rasionalist || Personal Emotional ||
 
Copyright © 2012. Kata dan Cerita . All Rights Reserved
Home | Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Site map